Ketidaksengajaan aku menemukanmu
Untuk waktu yg singkat, kita belajar saling mengenal. Aku menghafalkan senyummu yg selalu terulas dengan ringan, langkah kakimu yg khas dan tenang, hangat jarimu saat kita saling bergandengan tangan. Kebiasaan-kebiasaan kecilmu mulai aku adopsi. Tanpa sadar, kebiasaan-kebiasaanku juga menjadi bagian dari dirimu. Kita mulai terbiasa bersama, menghadapi waktu berdua. Aku selalu tersenyum geli jika mendengarmu mengakui kalau aku ini lebih penting dari segalanya yg ada dihidupmu. Dipikiranmu yg selalu mengkhawatirkan aku mencari laki-laki lain, padahal kehadiranmulah yg menggenapiku, melengkapiku hingga aku menjadi sesuatu yg baru bersamamu. Terima kasih, karena kamu telah mau bersabar dengan gadis biasa ini. Kita memang tak selalu sejalan, ada saja saat dimana kita ingin saling mengalahkan. Tak bisa dipungkiri, perjalanan kita memang tak lepas dari silang pikir dan kata. Jalanan yg kita lalui memang tak semulus jalan tol, kita pernah menemukan krikil tajam serta jalanan berliku. Namu...