for my future

Untukmu yang nanti akan mendampingiku, maukah kau membaca tulisanku ini
sebentar saja?
Teruntuk dirimu yang nantinya akan menjadi pemimpin dalam keluarga kita.
Hai, selamat pagi. Bagaimana kabarmu hari ini?
Aku selalu berdoa yang terbaik untukmu, semoga kau sehat selalu.

Tau kah kamu? Sudah banyak lelaki yang bisa merebut hatiku, membuatku menyayangi mereka, mamun aku tidak bisa mencintai mereka.
Aku tak paham kenapa begitu, aku harap memang hanya kamu lah yang bisa membuatku mencintaimu karna Allah.

Tau kah kamu? Aku sudah menerjang begitu banyak rasa sakit dan pilu hanya untuk segera bertemu dengan mu? Aku mengira kau adalah dia, namun ternyata bukan.

Tau kah kamu? Aku selalu berdoa kau adalah lelaki dewasa yang dapat menerima semua kelebihan dan kekuranganku. Aku selalu meminta bantuan Allah untuk membuatku menjadi lebih dewasa dalam bersikap agar aku pantas bersanding denganmu yang selalu ku minta pada Allah menjadi lelaki
dewasa yang bertanggung jawab.

Hal utama dan yang terpenting adalah aku harap kamu islam dan imanmu kuat.
Hal atau syarat utama adalah kamu islam dan menjalankan semua perintah Allah. Aku harap kamu rajin shalat wajib dan sunahnya, puasa wajib dan sunahnya, dan aku harap kamu menjalankan setiap perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Aku harap, nanti kamu bisa menjadi imam yang baik untuk keluarga kita.
Aku ingin kita bisa mencetak generasi baik penerus agama.
Oh iyaa, ada lagi, aku harap kamu bisa dan lancar membaca al-quran, karna aku
ingin anak anak kita nanti paham dengan al-quran semenjak kecil.

Aku memang bukan seorang wanita dewasa, Kadang aku bisa menjadi gadis kecil anak papah mamah.
Aku lahir dari keluarga sederhana, aku lahir sebagai anak sulung.
Jika kamu tau bagaimana rasanya menjadi anak sulung, selalu mengalah, sosoknya tidak jelas, terkadang harus menjadi yang paling dewasa, yang paling sering kena omelan mamah, tapi anak pertama lah yang paling mandiri,
yang paling berani, yang paling kuat.


aku ingin kau tau, aku tidak cinta dengan kebebasan, rerkadang disaat aku sudah dekat dengan seseorang aku akan mempunyai 2 kepribadian, dewasa dan anak-anak.
I love being little kid sometime, karna mereka bebas, tak ada yang bisa mengganggu kebahagiaan mereka, mereka tidak perlu merasakan sakit hati karna dilukai orang yang disayang, mereka tidak perlu merasakan patah hati.
Disaat dengamu nanti, mungkin aku akan seperti gadis kecil anak papah mamah.
Kau memang tak akan pernah bisa menggantikan posisi papah dihatiku, namun kau akan menjadi pria kedua yang sangat aku cintai dan hormati setelah papa.
Disaat bersama orang-orang terdekat, aku lebih suka menggabungkan sifat dewasaku dengan sifat kekanak kanakanku. Tak apa kah dirimu dengan sifatku ini?

Aku tidak menyukai pria perokok.
Tau kah kamu aku sangat sensitif dengan asap rokok? Aku bisa mencium bau asap rokok dari radius puluhan meter.
Aku sangat tidak suka orang yang merokok di tempat umum, apalagi di depan anak kecil.
Aku sungguh tak suka dengan sikap para ayah yang menyuruh anaknya membelikannya rokok di warung, itu sangat tidak mendidik.
Aku harap kau tak seperti itu.
Aku selalu berharap dan tidak pernah mau jatuh hati dengan pria perokok, Bukannya aku melarang atau tidak memberikan hak mu untuk bebas, namun aku memikirkan masa depan kita, masa depan anak kita nanti.

Tentu aku tak mau anak kita menghisap asap-asap berbahaya itu semenjak
kecil. Dan aku pun tak mau kau sampai merasakan sakit akibat rokokmu itu.

Dan jika kamu tidak siap untuk seperti itu aku akan tetap menunggumu untuk tetap jadi imam yang aku harapkan.


Calon istrimu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

teruntukmu calon imamku tersayang.

untukmu calon imamku, semoga kau membacanya.

Passed